Ada sebuah perusahaan yang baru saja pindah lokasi. Dan seorang rekan kerja mengirim bunga kepada dirut perusahaan itu.
Ketika sang dirut membaca kartu ucapan pada bunga itu, dia sangat terkejut karena menjumpai tulisan yang berbunyi :
BERISTIRAHATLAH DENGAN TENANG.
Lalu dia panggil pemilik toko bunga itu dan mengecam dengan pedas,
"Silakan Anda baca kartu ucapan ini."
"Apa yang anehnya, tuan?"
"Lho, gimana kamu ini. Mana mungkin rekan saya itu mengirimkan ucapan selamat : BERISTIRAHATLAH DENGAN TENANG. Pasti kamu yang salah nulisnya!"
Pemilik toko bunga menjawab dengan kalem, "Ah, ini sih cuma kesalahan sepele, pak. Bayangkan saja, ketika Bapak meninggal dunia dan pada hari pemakaman, Anda menerima ucapan :
SELAMAT MENEMPATI LOKASI BARU.
Tampilkan postingan dengan label Cerita Lucu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Lucu. Tampilkan semua postingan
Jumat, 21 Januari 2011
Selalu Berpikir Ke Depan
Nasruddin pernah bekerja pada seorang yang sangat kaya, tetapi seperti biasanya ia mendapatkan kesulitan dalam pekerjaannya. Pada suatu hari orang kaya itu memanggilnya, katanya, "Nashruddin kemarilah kau. Kau ini baik, tetapi lamban sekali. Kau ini tidak pernah mengerjakan satu pekerjaan selesai sekaligus. Kalau kau kusuruh beli tiga butir telur, kau tidak membelinya sekaligus. Kau pergi ke warung, kemudian kembali membawa satu telur, kemudian pergi lagi, balik lagi membawa satu telur lagi, dan seterusnya, sehingga untuk beli tiga telur kamu pergi tiga kali ke warung."
Nashruddin menjawab, "Maaf, Tuan, saya memang salah. Saya tidak akan mengerjakan hal serupa itu sekali lagi. Saya akan mengerjakan sekaligus saja nanti supaya cepat beres."
Beberapa waktu kemudian majikan Nashruddin itu jatuh sakit dan ia pun menyuruh Nashruddin pergi memanggil dokter.Tak lama kemudian Nashruddin pun kembali, ternyata ia tidak hanya membawa dokter, tetapi juga bebarapa orang lain.
Ia masuk ke kamar orang kaya itu yang sedang berbaring di ranjang, katanya, "Dokter sudah datang, Tuan, dan yang lain-lain sudah datang juga." "Yang lain-lain? Tanya orang kaya itu. "Aku tadi hanya minta kamu memanggil dokter, yang lain-lain itu siapa?"
"Begini Tuan!" jawab Nashruddin, "Dokter biasanya menyuruh kita minum obat. Jadi saya membawa tukang obat sekalian. Dan tukang obat itu tentunya membuat obatnya dari bahan yang bermacam-macam dan saya juga membawa orang yang berjualan bahan obat-obat-an bermacam-macam. Saya juga membawa penjual arang, karena biasanya obat itu direbus dahulu, jadi kita memerlukan tukang arang. Dan mungkin juga Tuan tidak sembuh dan malah mati. Jadi saya bawa sekalian tukang gali kuburan."
Nashruddin menjawab, "Maaf, Tuan, saya memang salah. Saya tidak akan mengerjakan hal serupa itu sekali lagi. Saya akan mengerjakan sekaligus saja nanti supaya cepat beres."
Beberapa waktu kemudian majikan Nashruddin itu jatuh sakit dan ia pun menyuruh Nashruddin pergi memanggil dokter.Tak lama kemudian Nashruddin pun kembali, ternyata ia tidak hanya membawa dokter, tetapi juga bebarapa orang lain.
Ia masuk ke kamar orang kaya itu yang sedang berbaring di ranjang, katanya, "Dokter sudah datang, Tuan, dan yang lain-lain sudah datang juga." "Yang lain-lain? Tanya orang kaya itu. "Aku tadi hanya minta kamu memanggil dokter, yang lain-lain itu siapa?"
"Begini Tuan!" jawab Nashruddin, "Dokter biasanya menyuruh kita minum obat. Jadi saya membawa tukang obat sekalian. Dan tukang obat itu tentunya membuat obatnya dari bahan yang bermacam-macam dan saya juga membawa orang yang berjualan bahan obat-obat-an bermacam-macam. Saya juga membawa penjual arang, karena biasanya obat itu direbus dahulu, jadi kita memerlukan tukang arang. Dan mungkin juga Tuan tidak sembuh dan malah mati. Jadi saya bawa sekalian tukang gali kuburan."
Label:
Cerita Lucu
Diposting oleh
Hidup Sehat
di
02.50
Balapan Mobil
Sebuah mobil Timor, meluncur di jalan tol jagorawi.
Tidak lama kemudian mobil itu mogok. Sebuah Mercedes berhenti, dan menolong mobil Indonesia tadi dengan menariknya menggunakan tali. Pada saat itulah muncul sebuah BMW, melesat dengan kecepatan tinggi. Pengemudi Mercedes tadi penasaran dan langsung tancap gas.
Sopir Timor yang ditarik di belakang Mercedes membunyikan klaksonnya bertubi-tubi dengan muka pucat pasi. Sebab, sementara terseret dalam "balapan" ini, mobil "asli" buatan Indonesia tadi mulai berantakan satu-persatu. Pintunya tanggal, jendelanya copot, baut dan mur beterbangan.
Kebetulan mobil reporter Infotainment yang sedang melaju, disalib kendaraan yang ngebut tadi.
Esoknya, Infotainment memberitakan:
"Kemarin, sebuah mobil Mercedes dan BMW berkejaran dengan kecepatan mendekati dua ratus kilometer per jam di jalan tol Jagorawi. Di belakang kedua mobil buatan Jerman yang sangat terkenal itu, sebuah mobil Timor buatan negeri kita membunyikan klakson tidak henti-hentinya, meminta jalan untuk melesat ke depan."
Tidak lama kemudian mobil itu mogok. Sebuah Mercedes berhenti, dan menolong mobil Indonesia tadi dengan menariknya menggunakan tali. Pada saat itulah muncul sebuah BMW, melesat dengan kecepatan tinggi. Pengemudi Mercedes tadi penasaran dan langsung tancap gas.
Sopir Timor yang ditarik di belakang Mercedes membunyikan klaksonnya bertubi-tubi dengan muka pucat pasi. Sebab, sementara terseret dalam "balapan" ini, mobil "asli" buatan Indonesia tadi mulai berantakan satu-persatu. Pintunya tanggal, jendelanya copot, baut dan mur beterbangan.
Kebetulan mobil reporter Infotainment yang sedang melaju, disalib kendaraan yang ngebut tadi.
Esoknya, Infotainment memberitakan:
"Kemarin, sebuah mobil Mercedes dan BMW berkejaran dengan kecepatan mendekati dua ratus kilometer per jam di jalan tol Jagorawi. Di belakang kedua mobil buatan Jerman yang sangat terkenal itu, sebuah mobil Timor buatan negeri kita membunyikan klakson tidak henti-hentinya, meminta jalan untuk melesat ke depan."
Label:
Cerita Lucu
Diposting oleh
Hidup Sehat
di
02.47
Akibat Mabuk
Malam itu seorang laki-laki yang lagi stres sedang menghabiskan waktunya di sebuah bar. Doi minum-minum sampai setengah mabuk.
Tiba-tiba seseorang berlari ke arahnya dan berteriak, "Mbang! Bambang, rumah lu kebakaran, tuh!"
Laki-laki itu terlompat dari tempat duduknya, tapi kemudian dengan tenang bergumam, "Hey, tunggu, aku 'kan nggak punya rumah. Aku 'kan tinggal di apartemen."
Laki-laki itu duduk lagi dan melanjutkan minumnya. Tiba-tiba ada lagi orang yang menghampirinya.
" Mbang! Bambang, nyokap lu baru saja meninggal!" teriak orang itu. Laki-laki itu terlompat lagi dan lari ke pintu keluar.
Tapi ia mendadak berhenti. "Eits, tunggu, nyokap gua 'kan sudah meninggal lima tahun yang lalu?" gumamnya lagi.
Ia kembali duduk dan memesan minum lebih banyak lagi. Untuk ketiga kalinya seseorang menghampirinya. " Mbang! Bambang, lu barusan menang lotre!" kata orang itu.
Kali ini si laki-laki itu segera bangun dan berlari keluar. Setelah kira-kira dua ratus meter, ia berhenti. "Tunggu dulu, nama gua 'kan bukan Bambang?"
Tiba-tiba seseorang berlari ke arahnya dan berteriak, "Mbang! Bambang, rumah lu kebakaran, tuh!"
Laki-laki itu terlompat dari tempat duduknya, tapi kemudian dengan tenang bergumam, "Hey, tunggu, aku 'kan nggak punya rumah. Aku 'kan tinggal di apartemen."
Laki-laki itu duduk lagi dan melanjutkan minumnya. Tiba-tiba ada lagi orang yang menghampirinya.
" Mbang! Bambang, nyokap lu baru saja meninggal!" teriak orang itu. Laki-laki itu terlompat lagi dan lari ke pintu keluar.
Tapi ia mendadak berhenti. "Eits, tunggu, nyokap gua 'kan sudah meninggal lima tahun yang lalu?" gumamnya lagi.
Ia kembali duduk dan memesan minum lebih banyak lagi. Untuk ketiga kalinya seseorang menghampirinya. " Mbang! Bambang, lu barusan menang lotre!" kata orang itu.
Kali ini si laki-laki itu segera bangun dan berlari keluar. Setelah kira-kira dua ratus meter, ia berhenti. "Tunggu dulu, nama gua 'kan bukan Bambang?"
Label:
Cerita Lucu
Diposting oleh
Hidup Sehat
di
02.36
Polisi Galak
Bambang adalah salah seorang polisi pangkat bintang satu masuk sendirian ke sebuah bar di Jalan Blora, lalu pesan satu gelas bir. Dia minum itu bir pelan-pelan, tapi sebelum habis dia keluar sebentar.
Didapatkannya bahwa jip yang dibawanya tadi tidak ada lagi di tempat parkir. Ia masuk kembali ke bar dan mencabut pistolnya, lalu menembakkannya ke atas sambil berteriak, "SIAPA DI ANTARA BUSYET-BUSYET DI SINI YANG BERANI MENCURI JIP GUA?"
Tidak ada seorang pun dalam bar itu yang berani menjawab. Bambang menaruh pistolnya di meja, lalu teriak lagi, "OKE, DEH GUA PESAN SATU GELAS BIR LAGI, DAN KALAU NANTI GUA HABIS MINUM ITU JIP KAGAK KEMBALI LAGI DI TEMPATNYA, GUA BAKAL LAKUKAN APA YANG GUE PERNAH LAKUKAN DI MANGGA BESAR!"
Ia pesan segelas bir lagi, dia tenggak, lalu dia melangkah ke luar. Eh, itu jip memang betul sudah kembali ke tempatnya. Maka dia pun naik ke mobilnya tapi kemudian teringat bahwa dia belum bayar birnya.
Waktu Bambang mau membayar, si penjaga bar bertanya, "Emangnya apa nyang dulu Ente lakukan di Mangga Besar?"
Bambang : "Maksud lu waktu jip gua nggak kembali?".
Si penjaga bar mengangguk.
Bambang : "Ya gua pulang, jalan kaki."
Didapatkannya bahwa jip yang dibawanya tadi tidak ada lagi di tempat parkir. Ia masuk kembali ke bar dan mencabut pistolnya, lalu menembakkannya ke atas sambil berteriak, "SIAPA DI ANTARA BUSYET-BUSYET DI SINI YANG BERANI MENCURI JIP GUA?"
Tidak ada seorang pun dalam bar itu yang berani menjawab. Bambang menaruh pistolnya di meja, lalu teriak lagi, "OKE, DEH GUA PESAN SATU GELAS BIR LAGI, DAN KALAU NANTI GUA HABIS MINUM ITU JIP KAGAK KEMBALI LAGI DI TEMPATNYA, GUA BAKAL LAKUKAN APA YANG GUE PERNAH LAKUKAN DI MANGGA BESAR!"
Ia pesan segelas bir lagi, dia tenggak, lalu dia melangkah ke luar. Eh, itu jip memang betul sudah kembali ke tempatnya. Maka dia pun naik ke mobilnya tapi kemudian teringat bahwa dia belum bayar birnya.
Waktu Bambang mau membayar, si penjaga bar bertanya, "Emangnya apa nyang dulu Ente lakukan di Mangga Besar?"
Bambang : "Maksud lu waktu jip gua nggak kembali?".
Si penjaga bar mengangguk.
Bambang : "Ya gua pulang, jalan kaki."
Label:
Cerita Lucu
Diposting oleh
Hidup Sehat
di
02.35
Temen SD
Suatu hari ada seorang anak yang kedatangan tamu di rumahnya. Ternyata tamu itu mencari ayah dari si anak tadi.
Karena setelah nungguin lama si bapak nggak juga pulang-pulang, maka sang tamu pun nitip pesen pada si anak tadi.
"Dik, nanti kalau ayah pulang, bilangin ya, tadi dicari temennya di SD dulu," kata si tamu sebelum beranjak pergi.
Nggak berapa lama sang bapak pun pulang. Buru-buru si anak ngomong pada sang bapak,
"Pak, tadi dicari temen bapak, katanya sich temen bapak waktu di SD dulu."
Sang bapak balik bertanya, "Emang ciri-cirinya gimana?"
Ditanya begitu si anak langsung menjawab, "Orangnya pendek, gemuk, kepalanya botak, trus kumisnya tebel."
Mendengar jawaban anaknya sang bapak hanya mengangguk-angguk sambil berkata,
"Ah kamu pasti bohong ya, seingat bapak waktu SD dulu bapak nggak punya temen yang ciri-cirinya seperti itu!"
Karena setelah nungguin lama si bapak nggak juga pulang-pulang, maka sang tamu pun nitip pesen pada si anak tadi.
"Dik, nanti kalau ayah pulang, bilangin ya, tadi dicari temennya di SD dulu," kata si tamu sebelum beranjak pergi.
Nggak berapa lama sang bapak pun pulang. Buru-buru si anak ngomong pada sang bapak,
"Pak, tadi dicari temen bapak, katanya sich temen bapak waktu di SD dulu."
Sang bapak balik bertanya, "Emang ciri-cirinya gimana?"
Ditanya begitu si anak langsung menjawab, "Orangnya pendek, gemuk, kepalanya botak, trus kumisnya tebel."
Mendengar jawaban anaknya sang bapak hanya mengangguk-angguk sambil berkata,
"Ah kamu pasti bohong ya, seingat bapak waktu SD dulu bapak nggak punya temen yang ciri-cirinya seperti itu!"
Label:
Cerita Lucu
Diposting oleh
Hidup Sehat
di
02.34
Nenek Kurang Ajar
Suatu hari di kantor pos ada seorang nenek-nenek mau ngirim surat, si nenek tersebut terlihat kebingungan, tak lama kemudian ada seorang petugas yang menghampirinya.
"Bisa saya bantu, Nek?" tanya si petugas. Nenek itu menjawab, "Kalau beli perangko di mana??" Si petugas itu kemudian membawa si nenek ke loket untuk membeli perangko.
"Ada yang lain yang bisa saya bantu lagi, nek?" dengan rasa kasihan si petugas menawarkan bantuan lagi. "Iya, pak tolong tulisin alamat cucu saya di kota" kata si nenek sambil mengeluarkan kertas yang berisi alamat. "Bapak masih mau membantu saya?" tanya si nenek. "Dengan senang hati," jawab si petugas. "Kalau gitu sekalian tulisin isinya, ya, saya tidak bawa kacamata," pinta si nenek.
Kemudian si petugas menulis isi surat tersebut yang didiktekan si nenek. Dua jam sudah berlalu, isi surat pun sudah lebih dari 2 halaman, dan si petugas rupanya sudah tidak tahan lagi. Dengan nada sopan dia kembali bertanya pada si nenek, "Sudah selesai, Nek???".
"Masih ada sedikit lagi," jawab si nenek, "Tulis, ya," kata si nenek, "N.B: maaf, ya cu, tulisannya jelek."
"Bisa saya bantu, Nek?" tanya si petugas. Nenek itu menjawab, "Kalau beli perangko di mana??" Si petugas itu kemudian membawa si nenek ke loket untuk membeli perangko.
"Ada yang lain yang bisa saya bantu lagi, nek?" dengan rasa kasihan si petugas menawarkan bantuan lagi. "Iya, pak tolong tulisin alamat cucu saya di kota" kata si nenek sambil mengeluarkan kertas yang berisi alamat. "Bapak masih mau membantu saya?" tanya si nenek. "Dengan senang hati," jawab si petugas. "Kalau gitu sekalian tulisin isinya, ya, saya tidak bawa kacamata," pinta si nenek.
Kemudian si petugas menulis isi surat tersebut yang didiktekan si nenek. Dua jam sudah berlalu, isi surat pun sudah lebih dari 2 halaman, dan si petugas rupanya sudah tidak tahan lagi. Dengan nada sopan dia kembali bertanya pada si nenek, "Sudah selesai, Nek???".
"Masih ada sedikit lagi," jawab si nenek, "Tulis, ya," kata si nenek, "N.B: maaf, ya cu, tulisannya jelek."
Label:
Cerita Lucu
Diposting oleh
Hidup Sehat
di
02.31
Nenek Sayang Cucu
Tini baru berumur dua setengah tahun, tapi cerewetnya bukan main.
Dan namanya saja anak kecil jadi kalau bicara juga ceplas ceplos (Maklum, Ibunya dulu ngidam beo panggang
).
Kadang-kadang ucapannya membuat malu ibunya seperti kalau sedang ada tamu Tini dengan santai bilang pada ibunya
"Bu, Tini mau kencing" atau "Bu, Tini mau be .... (buang air besar maksudnya).
Oleh sebab itu lah ibunya membuat istilah khusus untuk itu, yaitu kalau buang air kecil harus bilang
"Bu, Tini mau siul" dan kalau buang air besar, bilang "Bu, Tini mau nyanyi."
Hal tersebut sangat diingat oleh Tini sehingga dia sendiri lupa apa kata asli dari dua hal itu.
Hal ini sudah berlanjut sampai lebih dari 2 bulan dan tidak pernah sekalipun Tini salah ucap.
Dan si Ibu tidak pernah lagi dipermalukan oleh Tini di depan tamunya.
Pada suatu waktu datanglah Nenek Tini dan berniat untuk menginap di rumah Tini dengan membawa oleh-oleh buah pepaya dari kampung.
Namanya juga anak kecil yang sudah lama tidak ketemu sang nenek, maka Tini minta ijin pada ibunya untuk tidur bersama neneknya.
Si ibu memperbolehkan sambil menasehati agar Tini tidak boleh ngompol, dan kalau sudah kepingin buang air harus bilang sama nenek supaya diantar ke kamar mandi.
Dengan gembira Tini langsung meng-iya-kan dan tidurlah si nenek dan cucunya.
Mungkin karena terlalu banyak makan papaya pemberian si nenek, tengah malam Tini mulai merasakan perutnya mules.
Karena ingat pesan ibu, maka Tini membangunkan neneknya yang sedang lelap tidur sambil berkata :
"Nek, nek. Tini mau nyanyi".
Dengan sabar si nenek menjawab :"Cu, ini sudah malam. Jangan nyanyi sekarang nanti tetangga pada bangun. Besok saja yaa..".
Tapi si Tini yang sudah mules berat memaksa neneknya untuk 'nyanyi' sekarang juga. Karena saking sayangnya pada si cucu, akhirnya si nenek setuju dan katanya
"Boleh nyanyi sekarang, tapi pelan-pelan aja nyanyi dikuping nenek."
Dan namanya saja anak kecil jadi kalau bicara juga ceplas ceplos (Maklum, Ibunya dulu ngidam beo panggang
). Kadang-kadang ucapannya membuat malu ibunya seperti kalau sedang ada tamu Tini dengan santai bilang pada ibunya
"Bu, Tini mau kencing" atau "Bu, Tini mau be .... (buang air besar maksudnya).
Oleh sebab itu lah ibunya membuat istilah khusus untuk itu, yaitu kalau buang air kecil harus bilang
"Bu, Tini mau siul" dan kalau buang air besar, bilang "Bu, Tini mau nyanyi."
Hal tersebut sangat diingat oleh Tini sehingga dia sendiri lupa apa kata asli dari dua hal itu.
Hal ini sudah berlanjut sampai lebih dari 2 bulan dan tidak pernah sekalipun Tini salah ucap.
Dan si Ibu tidak pernah lagi dipermalukan oleh Tini di depan tamunya.
Pada suatu waktu datanglah Nenek Tini dan berniat untuk menginap di rumah Tini dengan membawa oleh-oleh buah pepaya dari kampung.
Namanya juga anak kecil yang sudah lama tidak ketemu sang nenek, maka Tini minta ijin pada ibunya untuk tidur bersama neneknya.
Si ibu memperbolehkan sambil menasehati agar Tini tidak boleh ngompol, dan kalau sudah kepingin buang air harus bilang sama nenek supaya diantar ke kamar mandi.
Dengan gembira Tini langsung meng-iya-kan dan tidurlah si nenek dan cucunya.
Mungkin karena terlalu banyak makan papaya pemberian si nenek, tengah malam Tini mulai merasakan perutnya mules.
Karena ingat pesan ibu, maka Tini membangunkan neneknya yang sedang lelap tidur sambil berkata :
"Nek, nek. Tini mau nyanyi".
Dengan sabar si nenek menjawab :"Cu, ini sudah malam. Jangan nyanyi sekarang nanti tetangga pada bangun. Besok saja yaa..".
Tapi si Tini yang sudah mules berat memaksa neneknya untuk 'nyanyi' sekarang juga. Karena saking sayangnya pada si cucu, akhirnya si nenek setuju dan katanya
"Boleh nyanyi sekarang, tapi pelan-pelan aja nyanyi dikuping nenek."
Label:
Cerita Lucu
Diposting oleh
Hidup Sehat
di
02.30
Peternak yang Bijaksana
Ada seorang peternak kambing yang cukup berhasil dan mempunyai beratus-ratus ekor kambing.
Pada suatu hari datanglah seorang petugas peternakan yang menyamar dan bertanya,
"setiap hari kambing-kambing ini bapak beri makan apa?".
Peternak, " oh saya beri makan rumput-rumput saja."
"Kalo begitu bapak saya denda karena telah memberi makan kambing-kambing ini secara tidak layak", kata si petugas. "Bapak saya denda 2 juta".
Akhirnya selang beberapa hari kemudian petugas tadi datang kembali dan menanyakan hal yang sama kepada si peternak.
"Bapak beri makan apa kambing-kambing ini.??" kata si petugas .
Si peternak menjawab " saya beri makan keju, hamburger, dan susu"
"kalo begitu bapak saya denda 3 juta rupiah karena memberi makan diluar batas sewajarnya...!!" kata si petugas.
Seminggu kemudian datang lagi si petugas menayakan hal sama kepada si peternak.
"bapak beri makan apa kambing-kambing ini..??" tanya si petugas.
Akhirnya karena takut di denda lagi si peternak menjawab
" begini pak setiap hari semua kambing-kambing ini saya beri uang masing-masing tiga ribu rupiah, terserah mereka mau makan dimana....!!!!".
Pada suatu hari datanglah seorang petugas peternakan yang menyamar dan bertanya,
"setiap hari kambing-kambing ini bapak beri makan apa?".
Peternak, " oh saya beri makan rumput-rumput saja."
"Kalo begitu bapak saya denda karena telah memberi makan kambing-kambing ini secara tidak layak", kata si petugas. "Bapak saya denda 2 juta".
Akhirnya selang beberapa hari kemudian petugas tadi datang kembali dan menanyakan hal yang sama kepada si peternak.
"Bapak beri makan apa kambing-kambing ini.??" kata si petugas .
Si peternak menjawab " saya beri makan keju, hamburger, dan susu"
"kalo begitu bapak saya denda 3 juta rupiah karena memberi makan diluar batas sewajarnya...!!" kata si petugas.
Seminggu kemudian datang lagi si petugas menayakan hal sama kepada si peternak.
"bapak beri makan apa kambing-kambing ini..??" tanya si petugas.
Akhirnya karena takut di denda lagi si peternak menjawab
" begini pak setiap hari semua kambing-kambing ini saya beri uang masing-masing tiga ribu rupiah, terserah mereka mau makan dimana....!!!!".
Label:
Cerita Lucu
Diposting oleh
Hidup Sehat
di
02.29
Tetangga Gak Berperasaan
Seorang ibu yang sedang bertamu di tetangganya tiba-tiba menjerit.
"Aih, anakku makan koran!" teriaknya begitu melihat si kecil iseng.
Ibu tetangga menenangkannya, "Oo, tidak apa-apa, Bu! Itu koran lama, kami semua sudah membacanya!"
"Aih, anakku makan koran!" teriaknya begitu melihat si kecil iseng.
Ibu tetangga menenangkannya, "Oo, tidak apa-apa, Bu! Itu koran lama, kami semua sudah membacanya!"
Label:
Cerita Lucu
Diposting oleh
Hidup Sehat
di
02.28
Anak yang Patuh
Suatu hari Nasrudin kecil ditinggal ibunya untuk pergi ke rumah Ibu RT. Sebelum pergi ibunya berkata kepada Nasrudin, “Nasrudin, kalau kamu sedang sendirian di rumah, kamu harus selalu mengawasi pintu rumah dengan penuh kewaspadaan. Jangan biarkan seorang pun yang tidak kamu kenal masuk ke dalam rumah karena bisa saja mereka itu ternyata pencuri!”
Nasrudin memutuskan untuk duduk di samping pintu. Satu jam kemudian pamannya datang. “Mana ibumu?” tanya pamannya.
“Oh, Ibu sedang pergi ke pasar,” jawab Nasrudin.
“Keluargaku akan datang ke sini sore ini. Pergi dan katakan kepada Ibumu jangan pergi ke mana-mana sore ini!” kata pamannya.
Begitu pamannya pergi Nasrudin mulai berpikir, “Ibu menyuruh aku untuk mengawasi pintu. Sedangkan Paman menyuruhku pergi untuk mencari Ibu dan bilang kepada Ibu kalau keluarga Paman akan datang sore ini.”
Setelah bingung memikirkan jalan keluarnya, Nasrudin akhirnya membuat satu keputusan. Dia melepaskan pintu dari engselnya, menggotongnya sambil pergi mencari ibunya.
Nasrudin memutuskan untuk duduk di samping pintu. Satu jam kemudian pamannya datang. “Mana ibumu?” tanya pamannya.
“Oh, Ibu sedang pergi ke pasar,” jawab Nasrudin.
“Keluargaku akan datang ke sini sore ini. Pergi dan katakan kepada Ibumu jangan pergi ke mana-mana sore ini!” kata pamannya.
Begitu pamannya pergi Nasrudin mulai berpikir, “Ibu menyuruh aku untuk mengawasi pintu. Sedangkan Paman menyuruhku pergi untuk mencari Ibu dan bilang kepada Ibu kalau keluarga Paman akan datang sore ini.”
Setelah bingung memikirkan jalan keluarnya, Nasrudin akhirnya membuat satu keputusan. Dia melepaskan pintu dari engselnya, menggotongnya sambil pergi mencari ibunya.
Label:
Cerita Lucu
Diposting oleh
Hidup Sehat
di
02.28
Selalu ada Kebaikan di Balik Kejahatan
Pengadilan hari itu hendak memutuskan sebuah perkara pembunuhan yang melibatkan seorang perempuan. Cewek ini dituduh membunuh sang suami dengan meracuni kopinya.
Perempuan ini mengakui semua perbuatannya dan kayaknya hukuman 20 tahun penjara nggak akan terhindarkan. Si pengacara pusing tujuh keliling untuk membela kliennya. Rasa-rasanya nggak ada celah yang bisa digunakan untuk meminta belas kasihan hakim. Untuk terakhir kalinya, si pengacara menghampiri kliennya yang tampak pasrah.
"Ibu Sugeng," kata si pengacara. "Tidak adakah satu cuil peristiwa pun pagi itu di mana Ibu merasa benar-benar iba dan kasihan pada suami Ibu?"
"Ya, saya kira ada...," jawab kliennya dengan suara lemah.
"Peristiwa apa itu, Bu?" tanya si pengacara.
"Ketika suami saya minta kopi untuk ketiga kalinya," jawab si klien.
Perempuan ini mengakui semua perbuatannya dan kayaknya hukuman 20 tahun penjara nggak akan terhindarkan. Si pengacara pusing tujuh keliling untuk membela kliennya. Rasa-rasanya nggak ada celah yang bisa digunakan untuk meminta belas kasihan hakim. Untuk terakhir kalinya, si pengacara menghampiri kliennya yang tampak pasrah.
"Ibu Sugeng," kata si pengacara. "Tidak adakah satu cuil peristiwa pun pagi itu di mana Ibu merasa benar-benar iba dan kasihan pada suami Ibu?"
"Ya, saya kira ada...," jawab kliennya dengan suara lemah.
"Peristiwa apa itu, Bu?" tanya si pengacara.
"Ketika suami saya minta kopi untuk ketiga kalinya," jawab si klien.
Label:
Cerita Lucu
Diposting oleh
Hidup Sehat
di
02.27
Kisah Di balik GAM
Ada seorang Aceh dari kabupaten Pidie, menulis surat ke anaknya yang ada di penjara Nusa Kambangan karena dituduh terlibat GAM (Gerakan Aceh Merdeka).
Bunyinya: "Hasan, bapakmu ini sudah tua, sekarang sedang musim tanam jagung, dan kamu ditahan di penjara pula, siapa yang mau bantu bapak mencangkul kebun jagung ini?"
Eh, anaknya membalas surat itu beberapa minggu kemudian. "Tolong Pak, jangan cangkul itu kebun, saya tanam senjata di sana," kata si anak dalam surat itu.
Rupanya surat itu disensor pihak rumah tahanan, maka keesokan harinya setelah si bapak terima surat, datang satu peleton tentara dari kota Medan. Tanpa banyak bicara mereka segera ke kebun jagung dan sibuk seharian mencangkul tanah di kebun tersebut. Setelah mereka pergi, kembali si bapak tulis surat ke anaknya.
"Hasan, setelah bapak terima suratmu, datang satu peleton tentara mencari senjata di kebun jagung kita, namun tanpa hasil. Apa yang harus bapak lakukan sekarang?" Si anak kembali membalas surat tersebut, "Sekarang bapak mulai tanam jagung aja, kan udah dicangkul sama tentara, dan jangan lupa ngucapin terima kasih sama mereka."
Bunyinya: "Hasan, bapakmu ini sudah tua, sekarang sedang musim tanam jagung, dan kamu ditahan di penjara pula, siapa yang mau bantu bapak mencangkul kebun jagung ini?"
Eh, anaknya membalas surat itu beberapa minggu kemudian. "Tolong Pak, jangan cangkul itu kebun, saya tanam senjata di sana," kata si anak dalam surat itu.
Rupanya surat itu disensor pihak rumah tahanan, maka keesokan harinya setelah si bapak terima surat, datang satu peleton tentara dari kota Medan. Tanpa banyak bicara mereka segera ke kebun jagung dan sibuk seharian mencangkul tanah di kebun tersebut. Setelah mereka pergi, kembali si bapak tulis surat ke anaknya.
"Hasan, setelah bapak terima suratmu, datang satu peleton tentara mencari senjata di kebun jagung kita, namun tanpa hasil. Apa yang harus bapak lakukan sekarang?" Si anak kembali membalas surat tersebut, "Sekarang bapak mulai tanam jagung aja, kan udah dicangkul sama tentara, dan jangan lupa ngucapin terima kasih sama mereka."
Label:
Cerita Lucu
Diposting oleh
Hidup Sehat
di
02.26
Buah Jatuh Tak Jauh Dari Pohonnya
Seorang dokter tampak senang ketika puterinya yang masih kecil bermain-main dengan stetoskopnya.
"Ya, Tuhan, terima kasih banyak, puteriku ternyata ingin mengikuti jejakku sebagai seorang dokter," katanya dalam hati sambil tersenyum.
Si kecil kemudian mendekatkan stetoskop itu ke mulutnya dan berkata, "Selamat datang di McDonald's. Bapak pesan apa?"
"Ya, Tuhan, terima kasih banyak, puteriku ternyata ingin mengikuti jejakku sebagai seorang dokter," katanya dalam hati sambil tersenyum.
Si kecil kemudian mendekatkan stetoskop itu ke mulutnya dan berkata, "Selamat datang di McDonald's. Bapak pesan apa?"
Label:
Cerita Lucu
Diposting oleh
Hidup Sehat
di
02.26
Siapa Bapaknya???
Sepasang suami istri sedang menikmati makan malam yang indah dalam rangka merayakan ulang tahun perkimpoian mereka yang ke-50.
Ketika saatnya menikmati pencuci mulut, si suami menoleh ke arah istrinya dan bertanya, "Sayang, ada satu hal yang ingin kutanyakan padamu. Anak kita yang nomor 10 kok nggak mirip sama saudara-saudaranya yang lain. Aku harus tahu: apakah ayahnya berbeda?"
Si istri kaget mendengar pertanyaan itu. Ia menundukkan kepala dan nggak sanggup menatap suaminya. "Ya," katanya mengaku. "Ayahnya memang beda."
Mata si suami mendadak dipenuhi kabut air mata. "Tolong," katanya sambil menahan sesak di dada, "katakan padaku siapa ayahnya?"
Hening sejenak. Sembari mengumpulkan keberanian, si istri menjawab, "Kamu!".
Ketika saatnya menikmati pencuci mulut, si suami menoleh ke arah istrinya dan bertanya, "Sayang, ada satu hal yang ingin kutanyakan padamu. Anak kita yang nomor 10 kok nggak mirip sama saudara-saudaranya yang lain. Aku harus tahu: apakah ayahnya berbeda?"
Si istri kaget mendengar pertanyaan itu. Ia menundukkan kepala dan nggak sanggup menatap suaminya. "Ya," katanya mengaku. "Ayahnya memang beda."
Mata si suami mendadak dipenuhi kabut air mata. "Tolong," katanya sambil menahan sesak di dada, "katakan padaku siapa ayahnya?"
Hening sejenak. Sembari mengumpulkan keberanian, si istri menjawab, "Kamu!".
Label:
Cerita Lucu
Diposting oleh
Hidup Sehat
di
02.25
Selingkuh Merugikan Orang Lain
Pada suatu hari di neraka ada tiga orang pria yang menarik perhatian malaikat. Pria pertama memakai baju yang rapi dan berjas serta dasi. Pria kedua hanya memakai celana pendek dan pria terakhir telanjang bulat.
Malaikat: "Kamu kenapa, sih, kok bisa ada di sini? Mana bajumu rapi lagi?!"
Pria pertama: "Gini lho Om, tadi aku kan pulang kantor agak pagian. Terus sampe di apartemenku aku melihat istriku telanjang dan berkeringat di atas ranjang. Aku yakin dia pasti menyeleweng dengan pria lain! Lalu aku cari siapa pria yang kurang ajar itu di seluruh ruangan yang ada. Lalu aku melihat ada pria bercelana pendek sedang bergelantungan di balkon apartemenku. Aku langsung mengambil lemari lalu kulemparkan ke pria itu. Eh.... sialnya aku ikut jatuh terbawa lemari yang tadi kulemparkan"
Malaikat: "Oooo, tragis benar nasibmu! Lha, kalo kamu? Bagaimana kisahmu kok bisa sampai di sini sih?"
Pria kedua: "Aku bingung Om, soalnya tadi aku kan lagi olahraga pull-up di balkon apartemenku, terus aku tiba-tiba kepleset en jatoh. Untungnya aku masih sempat pegangan sama balkon apartemen yang ada di bawah balkonku. Waktu aku lagi bergelantungan mau mencoba naik lagi tiba-tiba ada seorang pria gila yang datang sambil marah-marah dan memaki-maki aku. Lalu dia membawa lemari besar dan dilemparkan ke aku. Aku ya jatoh Om, terus ya sampe di sini ini sekarang"
Malaikat: "Aduh, tragis benar nasibmu! Nah, kalo kamu? Kamu kok bisa telanjang bulat sih?"
Pria ketiga: "Waduh Om, kalo saya sih gak tau apa-apa neh. Tadi saya lagi enak-enak nyeleweng sama istri orang. Eh, tiba-tiba suaminya pulang pagi! Ya saya langsung bersembunyi di dalam lemari. Eh, tau-taunya saya sudah sampe di sini!!!!"
Malaikat: "Kamu kenapa, sih, kok bisa ada di sini? Mana bajumu rapi lagi?!"
Pria pertama: "Gini lho Om, tadi aku kan pulang kantor agak pagian. Terus sampe di apartemenku aku melihat istriku telanjang dan berkeringat di atas ranjang. Aku yakin dia pasti menyeleweng dengan pria lain! Lalu aku cari siapa pria yang kurang ajar itu di seluruh ruangan yang ada. Lalu aku melihat ada pria bercelana pendek sedang bergelantungan di balkon apartemenku. Aku langsung mengambil lemari lalu kulemparkan ke pria itu. Eh.... sialnya aku ikut jatuh terbawa lemari yang tadi kulemparkan"
Malaikat: "Oooo, tragis benar nasibmu! Lha, kalo kamu? Bagaimana kisahmu kok bisa sampai di sini sih?"
Pria kedua: "Aku bingung Om, soalnya tadi aku kan lagi olahraga pull-up di balkon apartemenku, terus aku tiba-tiba kepleset en jatoh. Untungnya aku masih sempat pegangan sama balkon apartemen yang ada di bawah balkonku. Waktu aku lagi bergelantungan mau mencoba naik lagi tiba-tiba ada seorang pria gila yang datang sambil marah-marah dan memaki-maki aku. Lalu dia membawa lemari besar dan dilemparkan ke aku. Aku ya jatoh Om, terus ya sampe di sini ini sekarang"
Malaikat: "Aduh, tragis benar nasibmu! Nah, kalo kamu? Kamu kok bisa telanjang bulat sih?"
Pria ketiga: "Waduh Om, kalo saya sih gak tau apa-apa neh. Tadi saya lagi enak-enak nyeleweng sama istri orang. Eh, tiba-tiba suaminya pulang pagi! Ya saya langsung bersembunyi di dalam lemari. Eh, tau-taunya saya sudah sampe di sini!!!!"
Label:
Cerita Lucu
Diposting oleh
Hidup Sehat
di
02.24
Anjing Pintar
Dua orang perempuan sedang meributkan anjing-anjing mereka. Keduanya saling menyombongkan kepintaran piaraan mereka itu.
Perempuan 1: "Anjing gua hebat banget, deh. Tiap pagi ia nungguin tukang koran, dan begitu loper itu datang, anjing gua langsung ngambil korannya dan membawanya ke tempat gua sarapan."
Perempuan 2: "Ya, gua tahu itu."
Perempuan 1 (kaget): "Darimana lu tahu?"
Perempuan 2 : "Anjing gua yang cerita."
Perempuan 1: "Anjing gua hebat banget, deh. Tiap pagi ia nungguin tukang koran, dan begitu loper itu datang, anjing gua langsung ngambil korannya dan membawanya ke tempat gua sarapan."
Perempuan 2: "Ya, gua tahu itu."
Perempuan 1 (kaget): "Darimana lu tahu?"
Perempuan 2 : "Anjing gua yang cerita."
Label:
Cerita Lucu
Diposting oleh
Hidup Sehat
di
02.23
Anak Bandel
Ada seorang anak yang sangat bandel dan bodoh di kelas yang sering membuat gurunya kesal. Suatu hari si guru memarahi anak tersebut.
Guru: "Kamu Tono! Udah bandel, bodoh lagi! Tau nggak kenapa kamu bandel begitu?
Mungkin karena nama kamu yang diulang-ulang Tono Sutono M... Itu nama kamu, kan?"
Tono: "Iya, Buuuu..."
Guru: "Tono Sutono M, apa itu M-nya?"
Tono: "Mutono, Buuuuu..."
Guru: "Kamu Tono! Udah bandel, bodoh lagi! Tau nggak kenapa kamu bandel begitu?
Mungkin karena nama kamu yang diulang-ulang Tono Sutono M... Itu nama kamu, kan?"
Tono: "Iya, Buuuu..."
Guru: "Tono Sutono M, apa itu M-nya?"
Tono: "Mutono, Buuuuu..."
Label:
Cerita Lucu
Diposting oleh
Hidup Sehat
di
02.21
Kesabaran Seorang Ibu
Seorang lelaki memperhatikan dengan seksama seorang perempuan yang sedang berbelanja di supermarket bersama putrinya yang masih kecil. Si anak dengan asyiknya duduk di keranjang belanjaan ibunya.
Ketika melewati bagian kue, si kecil yang berusia tiga tahun itu merengek-rengek minta dibelikan. Si ibu menolak. Si kecil mulai ngambek dan rewel.
Dengan suara tertahan, si ibu berkata, "Tenang Susi, tinggal tiga lorong lagi, jangan marah, ya. Nggak lama lagi, kok."
Kemudian mereka melewati lorong yang berisikan permen. Si kecil merengek lagi dan berteriak minta dibelikan permen. Si ibu menolaknya dan si kecil mulai menangis.
Si ibu berkata, "Sabar, sabar, Susi, tinggal dua lorong lagi dan kita akan keluar dari tempat ini."
Akhirnya lorong terakhir terlewati dan sekarang mereka harus antri di kasir. Si kecil rupanya sadar ibunya nggak membelikan permen karet. Ia pun menangis dan mengacak-acak belanjaan ibunya.
Si ibu dengan sabar berkata, "Sabar Susi, kita akan melewati kasir ini dalam 5 menit. Selanjutnya kamu akan pulang dan bisa tidur siang dengan enak."
Si lelaki yang melihat kejadian itu terkesima dengan kesabaran si ibu. Ia pun membuntutinya hingga ke tempat parkir untuk memberikan pujian. "Luar biasa, anda begitu sabar menghadapi si kecil Susi," katanya.
Si ibu menjawab, "Saya Susi, putri saya namanya Lili."
Ketika melewati bagian kue, si kecil yang berusia tiga tahun itu merengek-rengek minta dibelikan. Si ibu menolak. Si kecil mulai ngambek dan rewel.
Dengan suara tertahan, si ibu berkata, "Tenang Susi, tinggal tiga lorong lagi, jangan marah, ya. Nggak lama lagi, kok."
Kemudian mereka melewati lorong yang berisikan permen. Si kecil merengek lagi dan berteriak minta dibelikan permen. Si ibu menolaknya dan si kecil mulai menangis.
Si ibu berkata, "Sabar, sabar, Susi, tinggal dua lorong lagi dan kita akan keluar dari tempat ini."
Akhirnya lorong terakhir terlewati dan sekarang mereka harus antri di kasir. Si kecil rupanya sadar ibunya nggak membelikan permen karet. Ia pun menangis dan mengacak-acak belanjaan ibunya.
Si ibu dengan sabar berkata, "Sabar Susi, kita akan melewati kasir ini dalam 5 menit. Selanjutnya kamu akan pulang dan bisa tidur siang dengan enak."
Si lelaki yang melihat kejadian itu terkesima dengan kesabaran si ibu. Ia pun membuntutinya hingga ke tempat parkir untuk memberikan pujian. "Luar biasa, anda begitu sabar menghadapi si kecil Susi," katanya.
Si ibu menjawab, "Saya Susi, putri saya namanya Lili."
Label:
Cerita Lucu
Diposting oleh
Hidup Sehat
di
02.21
Ilmu Bela Diri
Di sebuah bar seorang pemuda berbadan kecil sedang duduk santai.
Seorang preman lokal mendekati dan langsung menendangnya keras,
"Ciaaaat!!" Pemuda kecil jatuh tersungkur dari bangkunya.
Ketika dia bangun, si preman berkata dengan sombong, "Itu tadi taekwondo dari Korea."
Karena takut, pemuda itu tak menanggapi. Dia lalu kembali duduk ke bangkunya.
Namun tidak lama kemudian, preman tadi kembali mendekati dan membantingnya,
"Gubrakkk!" Pemuda kecil itu terjerembab. Saat dia bangun, preman berkata lagi, "Itu tadi judo dari Jepang."
Pemuda kecil itu tetap tidak menanggapi. Perlahan-lahan dia kembali duduk.
Tidak lama kemudian, si preman menonjoknya, "Buggg!"
Pemuda kecil kembali jatuh, lalu si preman berkata, "Itu tadi boxing dari Amerika".
Pemuda kecil menyadari mulutnya mengeluarkan darah. Lalu dia bangun dan tidak kembali ke bangkunya. Perlahan-lahan dia keluar dari bar.
Tidak beberapa lama kemudian pemuda kecil itu masuk ke bar dan menghampiri si preman.
Tanpa berkata apa-apa lagi dia langsung memukul si preman, "Bletokkkk!" Si preman langsung jatuh pingsan.
Pemuda kecil ingin memberi penjelasan, tapi si preman tidak juga siuman. Pemuda kecil menghampiri pemilik bar dan berkata,
"Pak, bila preman ini bangun tolong beritahu bahwa yang tadi itu linggis dari gudang."
Seorang preman lokal mendekati dan langsung menendangnya keras,
"Ciaaaat!!" Pemuda kecil jatuh tersungkur dari bangkunya.
Ketika dia bangun, si preman berkata dengan sombong, "Itu tadi taekwondo dari Korea."
Karena takut, pemuda itu tak menanggapi. Dia lalu kembali duduk ke bangkunya.
Namun tidak lama kemudian, preman tadi kembali mendekati dan membantingnya,
"Gubrakkk!" Pemuda kecil itu terjerembab. Saat dia bangun, preman berkata lagi, "Itu tadi judo dari Jepang."
Pemuda kecil itu tetap tidak menanggapi. Perlahan-lahan dia kembali duduk.
Tidak lama kemudian, si preman menonjoknya, "Buggg!"
Pemuda kecil kembali jatuh, lalu si preman berkata, "Itu tadi boxing dari Amerika".
Pemuda kecil menyadari mulutnya mengeluarkan darah. Lalu dia bangun dan tidak kembali ke bangkunya. Perlahan-lahan dia keluar dari bar.
Tidak beberapa lama kemudian pemuda kecil itu masuk ke bar dan menghampiri si preman.
Tanpa berkata apa-apa lagi dia langsung memukul si preman, "Bletokkkk!" Si preman langsung jatuh pingsan.
Pemuda kecil ingin memberi penjelasan, tapi si preman tidak juga siuman. Pemuda kecil menghampiri pemilik bar dan berkata,
"Pak, bila preman ini bangun tolong beritahu bahwa yang tadi itu linggis dari gudang."
Label:
Cerita Lucu
Diposting oleh
Hidup Sehat
di
02.20
Langganan:
Postingan (Atom)


